AS Tidak Tingkatkan Patroli Laut untuk Konfrontasi China

Seorang laksamana tertinggi AS mengatakan, Rabu (15/5), Angkatan Laut AS tidak meningkatkan patroli maritimnya untuk mempersoalkan klaim wilayah China yang menyeluruh di Laut Cina Selatan, namun mempertahankan keberadaan yang konsisten di perairan yang disengketakan tersebut.

Kepala Operasi Angkatan Laut AS John Richardson menyampaikan itu pada sebuah konferensi keamanan internasional di Beijing, dalam usaha meyakinkan kembali komitmen AS terhadap mitra-mitra regionalnya. Sejumlah mitra AS memiliki klaim yang bertentangan dengan klaim China. 

“Saya telah melakukan analisa sehingga saya bisa manyatakan dengan yakin bahwa tingkat operasi kami, keberadaan kami di sana, konsisten selama puluhan tahun,” kata Richardson. “Tidak ada peningkatan apapun baru-baru ini.”

Konferensi keamanan Maritim Internasional itu dihadiri perwakilan dari 33 angkatan laut, termasuk 16 panglima angkatan laut. Delegasi China juga hadir dalam konferensi itu. 

Richardson mengatakan, manuver Angkatan Laut AS di Laut Cina Selatan yang disebut Operasi Kebebasan Bernavigasi,  dirancang sebagai operasi yang tidak provokatif, melainkan sebagai operasi yang hanya mempersoalkan klaim maritim yang berlebihan.

China diketahui telah membangun sejumlah instalasi militer di tujuh pulau buatan di perairan yang diklaim miliknya berdasarkan sejarah itu . Negara-negara lain yang juga memiliki klaim di perairan itu, termasuk Filipina dan Vietnam, memprotes perilaku China itu tapi tetap mempertahankan hubungan baik dengan negara itu.

Richardson mengatakan, Operasi Kebebasan Bernavigasi akan terus berlanjut secara transparan dan konsisten, serta dapat diprediksi. [ab]


Artikel Asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *