Akhir Pencarian Thoriq di Bukit Piramid, Bondowoso

Bukit Piramid. Foto: kumparan

Jenazah Thoriq Rizky Maulidan (14), akhirnya dievakuasi dari batang pohon tebing Bukit Piramid dan dibawa ke ambulans untuk dilarikan ke RSUD dr Koesnadi Bondowoso. Kurang lebih butuh waktu 12 jam evakuasi jenazah siswa SMP itu dilakukan.

“Mulai tim berangkat sampai tiba di pos terakhir, katakanlah seharian penuh,” ujar Komandan Tim Operasi Basarnas Jember Rudy Prahara, di pos evakuasi, Desa Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (6/7). “Berkat kerja sama tim, kita berhasil mengevakuasi Thoriq”.

Rudy menjelaskan sulitnya mengevakuasi jenazah Thoriq. Musababnya, jenazah tersangkut di batang pohon yang berada di tebing bukit. Menurut dia, kondisi jenazah terjepit.

Hal lain yang menyulitkan tim adalah kondisi jenazah yang sudah mulai membusuk. Thoriq diketahui hilang sejak 23 Juni 2019. Dia terpisah dengan teman-temannya ketika terjebak kabut di bukit itu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, Kukuh Triatmoko, mengatakan timnya sangat hati-hati ketika mengevakuasi jenazah Thoriq. Tim sebelumnya mengevakuasi jenazah Thoriq dari batang pohon sejak Sabtu pagi sekitar pukul 05.00 WIB.

Jenazah Thoriq, siswa SMP yang hilang di Gunung Piramid, dievakuasi dari bukit menuju ambulans. Foto: Kumparan

Tubuh Thoriq tersangkut di pohon tebing bukit yang juga jurang dengan kedalaman 400 meter. Di sana, tim mengevakuasi jenazah Thoriq selama 9,5 jam. Sekitar pukul 14.30 WIB, tim berhasil mengevakuasi Thoriq dari batang pohon.

Tim kemudian membawa jenazah Thoriq menuruni Bukit Piramid ke pos evakuasi di Desa Curahdami, Kabupaten Bondowoso. Butuh waktu kurang lebih 1,5 jam menggotong jenazah Thoriq dari bukit ke pos untuk kemudian dimasukkan ke dalam ambulans pada pukul 16.15 WIB.

“Jadi perjalanannya juga memakan waktu cukup lama dan melelahkan. Kami haturkan terima kasih bantuan semua pihak,” ujar Kukuh.


Artikel Asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *