Bayi Kembar Siam di RSUP Sanglah Bali Belum Bisa Operasi Pemisahan

DIRAWAT INTENSIF – Bayi kembar dempet yang sedang dirawat intensif di Ruang Cempaka 1 RSUP Sanglah, Denpasar, Sabtu (6/7/2019).

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR – Para dokter di RSUP Sanglah Denpasar siap melakukan operasi bayi kembar dempet jika bayi dalam kondisi survive atau bisa bertahan hidup.

Namun operasi pemisahan masih memerlukan tahapan yang panjang karena banyak faktor.

Dokter bedah anak RSUP Sanglah, dr I Made Darmajaya SpB SpBA (K) MARS mengatakan, fasilitas dan dokter RSUP Sanglah sudah siap untuk melakukan operasi bayi kembar putri pasangan Kadek Redita (24) dan Putu Ayu Sumadi (18) yang lahir di RS Santhi Graha Seririt Buleleng, Rabu (3/7/2019) itu.

Namun ada banyak prasyarat yang harus dipenuhi.

“Jantungnya dua dan jantungnya memang berfungsi. Kelainannya pun bukan kelainan yang aneh-aneh. Itu bisa diperbaiki. Levernya dua atau pun dempet itu masih bisa dipisah,” kata dr I Made Darmajaya, Jumat (5/7/2019).

Darmajaya menjelaskan, bayi akan terus dipantau seiring dengan pertumbuhan dan perkembangannya.

“Jika perkembangan gizinya bagus. Kalau semua indikator labnya, tumbuh kembangnya bagus, dia bisa hidup, ususnya bergerak bagus, gizinya bertambah baik, fungsi-fungsi tubuhnya berkembang dengan baik, itulah saatnya kita melakukan operasi,” jelasnya.

Dokter jantung akan memberikan penilaian nanti apakah bisa dipisah atau tidak.

Operasi pun tidak serta-merta, harus memikirkan organ lainnya, seperti kulit.

“Dia kan kulitnya terbatas, nanti dibagi dua. Kita kan harus mempersiapkan. Kalau dia dipisah, kan ada bagian kulit yang nggak cukup menutup. Mau menutup pakai apa? Nah itu akan dipersiapkan dokter bedah plastik, dia akan membuat tissue expander,” katanya.

Kadek Redita (24) syok menghadapi kenyataan sang istri Putu Ayu Sumadi (18) melahirkan bayi kembar siam (tubuh berdempetan). Anak pertama ini lahir melalui bedah cesar di RS Santi Graha, Seririt, Buleleng.
Kadek Redita (24) syok menghadapi kenyataan sang istri Putu Ayu Sumadi (18) melahirkan bayi kembar siam (tubuh berdempetan). Anak pertama ini lahir melalui bedah cesar di RS Santi Graha, Seririt, Buleleng. (Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani)

“Dokter akan mempersiapkan, membuat kulit menjadi melar sehingga kulitnya cukup untuk menutupi bagian tubuhnya yang kurang tadi. Jadi nggak bisa asal main pisah terus tutup. Nggak bisa seperti itu. Prosesnya panjang. Tidak bisa langsung memisahkan begitu saja,” tambahnya.

Ia menjelaskan untuk sampai pada tahap pemisahan itu diperlukan proses.

Tidak pernah ada tim medis yang memisahkan kembar siam sesaat setelah lahir.

Bahkan ada kasus yang setelah umur 25 tahun baru dipisah.

“Bayi ini kemungkinan survive karena sampai hari ini dia bisa bertahan. Namun terlalu dini untuk memastikan. Kita perlu lihat perkembangannya ke depan seperti apa,” paparnya.

Proses pemisahan ini memakan waktu yang tidak terbatas, sesuai kondisi bayi tersebut setelah mendapat perawatan sekitar enam bulan.

“Kalau pakai skala dari angka 100, saat ini kita masih di angka 2. Jadi masih jauh dan ada 98 tangga lagi yang harus dilakukan untuk proses pemisahan,” katanya.

Darmajaya mengatakan, pihaknya lebih dahulu harus memastikan kondisi bayi tersebut.

Pertama harus dipastikan organ dan pencernaannya ada dan berfungsi.

“Hasil pengamatan dari luar, dia punya anus. Dia sudah buang air, dan tidak muntah,” katanya.

Bayi ini dilahirkan di RS Santhi Graha Seririt, dan langsung dirujuk ke RSUD Buleleng dan dilanjutkan ke RSUP Sanglah.

Bayi sampai di RSUP Sanglah, Kamis (4/7/2019) malam.

Bayi kembar berjenis kelamin perempuan ini langsung mendapat perawatan pertama oleh dokter RSUP Sanglah.

Pemeriksaan pertama adalah dengan membuat bayi terkondisikan dan memastikan dalam keadaan baik.

“Pada saat pemeriksaan awal kami lakukan stabilisasi fase. Jadi kami menstabilkan dulu pasiennya baik, itu dengan oksigen, inkubator, dengan pemberian suhu yang bagus. Kemudian memasang infuse yang cukup untuk nutrisinya,” kata dr I Made Artana SpA (K) saat ditemui di ruang pertemuan Yudistira RSUP Sanglah, kemarin.

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Bayi Kembar Dempet di RSUP Sanglah Bali Belum Bisa Operasi Pemisahan, Dokter Ini Ungkap Penyebabnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *