Deretan Kalimat Mutiara Sutopo Purwo Nugroho Semasa Hidup, Bisa Jadi Inspirasi

BNPB JUMPAPRES – Kapusdatin Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat jumpapers penanganan dampak siklon tropis Cempaka, antisipasi banjir longsor, dan update penangan erupsi Gunung Agung di kantor BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Selasa (5/12/2017). Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bandara Internasional Lombok, semuanya normal beroperasi. Warta Kota/nhenry lopulalan

henry lopulalan/Harian Warta Kota

Inilah deretan kalimat mutiara Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) atau Kepala Humas BNPB yang telah meninggal dunia pada Minggu (7/7/2019) hari ini

TRIBUNNEWS.COM – Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, telah meniggal dunia di Guangzhou, China, Minggu (7/7/2019) pukul 02.00 waktu setempat karena penyakit kanker yang diidapnya.

Semasa hidup, Sutopo Purwo Nugroho, dikenal aktif bermain media sosial seperti Twitter.

Selain menginformasikan perihal kebencanaan, Sutopo Purwo Nugroho kerap kali menyampaikan kegiatan sehari-harinya hingga menuliskan kalimat mutiara.

Baca: Sosok Sutopo Purwo Nugroho Kepala Humas BNPB, Cumlaude di UGM – Pernah Dihujat dan Diancam

Sutopo,dalam akun Twitternya @Sutopo_PN, sering membagikan momen manis lewat gambar foto dan tulisan.

Bahkan kata-kata inspiratif dia bagikan,s eperti haknya untuk memotivasi penyitas kanker seperti dirinya.

Tak sedikt pula pengikutnya yang me-retweet unggahannya tersebut.

Berikut kumpulan kata mutiara dan pesan Kepala Humas BNPB Sutopo banyak juga yang disertai dengan foto dan gambar.

1. Perasaan seseorang seperti gunung

Sutopo mengunggah sebuah foto Gunung Bromo pada Selasa (18/12/2018) pagi.

Ia mengumpamakan perasaan seseorang bagaikan sebuah gunung, ini isinya.

“Jika seseorang yang mati rasa, jomblo dan tak ada hasrat pada lawan jenis.

Itu tak ubahnya gunung mati. Tak ada dinamika. Tak terdeteksi aktivitas vulkanik.

Jadinya gersang dan kering. Kamu mau jadi kayak gunung mati? Enggak kan?

Makanya naksirlah agar hatimu berdinamika.”

Selain itu ada unggahannya lagi masih seputar gunung.

“Gunungapi itu tak ubahnya manusia. Jika menyimpan perasaan di dapur magmanya akan dikeluarkan dalam erupsi, tremor, dan lainnya.

Jika kalian memendam rasa cinta dan naksir pada seseorang. Ungkapkan. Jangan hanya disimpan dalam hati. Keluarkan erupsi dari dapur hatimu.”

2. Soal pepohonan

Sutopo juga memberikan imbauan kepada kalayak agar tak bersandar pada pohon saat mendung, ini isi cuitannya.

“Saat cuaca mendung. Jangan bersandar atau berteduh di bawah pohon. Bahaya. Bisa kerobohan pohon atau disambar petir. Petir akan mencari benda/pohon tinggi.

Yang utama tetaplah bersandar pada Allah SWT atas kehidupanmu. Bersandar di bahu pacar saat cuaca mendung tetap bahaya.”

3. Pesan untuk kaum milenial

Unggahannya pada 11 Desember lalu ini memperlihatkan foto pertemuan Sutopo dengan Presiden Joko Widodo saat itu.

Begini isi cuitannya.

“”Pak Topo, tetaplah menjadi inspirasi,” pesan Presiden Jokowi.

Buat kaum milenial tetaplah semangat, pantang menyerah. Teruslah belajar, bekerja, dan tempa dirimu dengan cita cinta.

Jangan galauan, baper & mutungan. Bangun masa depanmu dengan gemilang. #pnsinspiratif2018″

4. Kayuh sepeda

“Ayo genjot terus pak. Saya nanti turun di Boyolali, Bapak lanjut ke Solo ya.

Untuk tetap bisa berjalan melaju, kita harus senantiasa mengayuhnya. Agar tidak berhenti atau terjatuh.

Bangsa Indonesia pun juga begitu. Harus terus mengayuh menggapai cita dan cinta yang diinginkan.”

5. Tercebur sumur

Ungggahan Sutopo pada 9 Desember lalu menceritakan evakuasi kucing tercebur dalam sumur.

Di sela-sela video itu, Sutopo juga tetap menyelipkan kalimat lelucon.

“Jangankan orang yang kejebur sumur. Kucingpun kita evakuasi dari dasar sungai. Untung yang punya sumur telpon BPBD minta tolong angkat kucingnya. .

Kalau mantan kejebur sumur dievakuasi nggak ya? Jangan-jangan malah kalian tutup sumurnya pura-pura nggak tahu haha

#ilovekucingku”

6. Jangan suka tebar sensasi tanpa esensi

“Hidup itu sudah diatur.

Allah tidak menjanjikan langit itu selalu biru.

Bunga selalu mekar, dan mentari selalu bersinar.

Tapi Allah selalu memberi pelangi di setiap badai.

Tawa di setiap air mata, dan berkah di setiap cobaan.

Makanya jangan suka menebarkan sensasi tanpa esensi.”

(Tribunnews.com/Chrysnha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *