Djarot: Menteri Terpilih Harus Bantu Jokowi Tinggalkan Warisan Kebaikan

Djarot di acara munas IKA UB. ©2019 Merdeka.comSementara saat ditanya nama-nama kader PDI Perjuangan yang diusulkan masuk kabinet Jokowi-Ma’ruf, Djarot mengaku tidak tahu. Mantan Gubernur Jakarta itu itu bahkan bersoloroh saat ditanya kemungkinan namanya terjaring sebagai calon menteri Joko Widodo.

Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat meminta agar urusan menteri di kabinet diserahkan sepenuhnya kepada Presiden Joko Widodo. Jokowi telah memiliki kriteria tertentu untuk para menteri yang akan membantu dalam periode lima tahun ke depan.

“Itu (urusan menteri) biarlah menjadi hak prerogratif Presiden, menjadi kebijakan yang baik,” kata Djarot Saiful Hidayat di sela Musyawarah Nasional Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (Munas IKA UB) di Malang, Sabtu (6/7).

“Karena lima tahun ke depan Pak Jokowi pasti tidak bisa maju lagi. Artinya akan meninggalkan warisan yang baik. Maka beliau akan memilih figur-figur yang betul-betul kerja cepat, punya kemampuan manajerial yang baik, berintegritas, bersih. Termasuk jiwanya dadanya itu Pancasila dan Merah Putih, kerja cepat dan fokus,” tambahnya.

Saat ini rama-ramai sejumlah partai menyodorkan kadernya untuk dipilih menjadi menteri di kabinet Jokowi-Ma’ruf. Sejumlah partai bahkan mengajukan jatah puluhan posisi di kabinet 2019-2014.

Tetapi kata Djarot, permintaan atau desakan itu tidak mempengaruhi Joko Widodo untuk mengambil keputusan dalam mendapatkan figur menteri terbaiknya.

“Saya pikir Pak Jokowi semakin berani (membuat keputusan), karena bebannya lima tahun ke depan. Yang penting kerja keras untuk Indonesia,” tegasnya.

Sementara terkait munculnya ide menteri muda, menurut Djarot juga bukan sekadar usianya muda. Tetapi profesionalisme dan kemampuan menjadi pertimbangan utama.

“Harus muda. Itu pasti akan porposional. Tapi bukan kemudaannya. Yang penting itu profesional, kompeten, punya kapasitas, integritas,” tegasnya.

Kata Djarot, tidak semua yang muda mesti bersih, sehingga urusan profesional, kompeten, kapasitas dan integritas menjadi unsur penilaian di dalamnya.

“Seorang itu akan diuji ketika memiliki kekuasaan, yang masuk penjara juga banyak orang muda. Gubernur Jambi, ganteng muda, masuk, Nazarudin ganteng, masuk,” katanya.

Sementara saat ditanya nama-nama kader PDI Perjuangan yang diusulkan masuk kabinet Jokowi-Ma’ruf, Djarot mengaku tidak tahu. Mantan Gubernur Jakarta itu itu bahkan bersoloroh saat ditanya kemungkinan namanya terjaring sebagai calon menteri Joko Widodo.

“Nggak tahu aku. (Partai lain kan sudah setor) Biar saja partai lain. Jaring-jaring apa, laba-laba,” katanya berseloroh.


Artikel Asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *