HMI: Aktivis Cipayung Perlu Diperhitungkan Masuk Kabinet Baru Jokowi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) R. Saddam Al Jihad menekankan bahwa perlu adanya keterwakilan aktivis Cipayung dalam keterwakilan generasi milenial di kabinet 2019-2024.

Menurut Kandidat Doktor Ilmu Pemerintahan ini, perlu adanya kolaborasi antar berbagai generasi, dan hal tersebut bisa dikuatkan dengan kehadiran aktivis Cipayung di kabinet 2019-2024, demi menjaga persatuan dan kemajuan Republik Indonesia.

Saddam yang berusia 28 tahun ini menekankan, ada mantan-mantan Ketua Umum di masing-masing Organisasi yang layak masuk dalam kabinet 2019-2024, diantaranya :

1. drg. Arief Rosyid Hasan, mantan ketua Umum PB HMI yang juga sebagai dokter gigi dan Plt.

“Sekjen DMI beliau potensial mengisi kabinet sesuai bidangnya, yaitu kesehatan dan keagamaan,” ujar Saddam.

2. Aminudin Ma’ruf, mantan Ketua Umum PB PMII dan juga Sekjen Samawi (Solidaritas Ulama Muda Jokowi) yang mempunyai visi Nasionalis Religius juga mempunyai potensi untuk masuk di kabinet pemerintahan 2019-2024

3. Sahat Martin P. Sinurat, mantan Ketua Umum PP GMKI ini sebagai teknokrat yang juga lulusan ITB adalah penting dan potensial masuk Kabinet Pemerintahan 2019-2024, ditambah dengan adanya rumah milenial yang diinisiasi nya.

4. Twedy Noviady Ginting, mantan Ketua Presidium GMNI 2 Periode ini adalah sosok Nasionalis yang menjaga Pancasila sebagai ideologi Pemersatu, menjadi potensial masuk dalam kabinet Pemerintahan 2019-2024

Saddam menjelaskan bahwa jangan ada generasi milenial terdikotomi bahwa harus dalam jabatan Menpora, tetapi setiap potensi generasi muda untuk pemerintahan 2019-2024 bisa didalam nomenklatur kementerian manapun. Hal itu sebagai bentuk kecintaan terhadap bangsa dan negara.

Terakhir saddam penulis buku Pancasila ideologi dunia ini menekankan bahwa dirinya percaya kalau paket kabinet dilihat dari proporsi yang profesional di bidangnya yang dikedepankan, tanpa melihat usia.

Artinya generasi milenial juga bisa berpotensi membangun bangsa dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *