Jaksa Agung: Tiada Komando Terhadap pimpinan KPK dari kejaksaan

Jaksa Agung HM Prasetyo

JAKSA Agung HM Prasetyo menegaskan bahwa lembaganya tidak menerapkan sistem komando terhadap jajarannya jika kelak menjadi komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Prasetyo menyampaikan hal tersebut menanggapi desakan publik agar jaksa mengundurkan diri ketika mendafta sebagai calon pimpinan KPK.

“Tidak ada itu (komando). Selama ini bahkan jaksa yang di sana tidak dikomando kok, apalagi pimpinan KPK,” tutur Prasetyo di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Jumat (6/7)

Baca juga:

Menurut dia, selama ini jaksa yang bertugas sebagai penyidik di KPK tidak

pernah diberikan komando apa pun, hanya diperintahkan untuk bekerja dengan

baik dan benar.  Bahkan saat ada jaksa yang ingin kembali

mengabdi kepada Korps Adhyaksa karena sudah merasa cukup bertugas di

lembaga antirasyah, Prasetyo melarang dan menginstruksikan agar terus

bekerja mendukung KPK.

“Saya nyatakan di sini, ketika mereka nampaknya ingin pulang ke rumahnya sendiri–memang sudah cukup tugas di sana, saya katakan jangan. Tetap tugas di situ untuk mendukung keberhasilan KPK,” jelasnya.

Ia mempertanyakan dasar desakan untuk mundur apabila jaksa mendaftar sebagai calon pimpinan KPK lantaran tidak ada aturan yang mengharuskan demikian.

Sebagai sesama ujung tombak pemberantasan korupsi di Tanah Air, kata dia, kejaksaan dan KPK tidak boleh diadu, apalagi setelah terjadi operasi tangkap tangan dua jaksa oleh KPK.

“Jangan sampai situasi hari ini kejaksaan diadu dengan KPK, jangan,” pungksnya. (OL-8)


Artikel Asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *