Pemerintah Indonesia Terus Lobi Arab Saudi Tingkatkan Kuota Haji

Pemerintah Indonesia Terus Lobi Arab Saudi Tingkatkan Kuota HajiDubes RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh memberikan keterangan pers usai menyambut kedatangan perdana jamaah haji Indonesia di Bandara Prince Mohammed Bin Abdulaziz Madinah, kemarin. Foto/MCH

MADINAH – Pemerintah Indonesia akan terus berusaha menambah kuota jamaah haji setiap tahun. Langkah ini dilakukan karena masa tunggu berangkat haji dari Tanah Air telah mencapai puluhan tahun.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel mengatakan, pihaknya akan mengirimkan surat kepada Raja dan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi untuk menyampaikan apresiasi atas penambahan 10.000 kuota haji pada tahun ini. Hingga saat ini masa tunggu jamaah haji ada yang sampai 30-40 tahun, sehingga penambahan kuota itu seperti air di padang sahara yang memberikan kebahagiaan bagi masyarakat Indonesia, cepat berangkat ke Tanah Suci.

“Selama kami bertugas di sini sebagai pelayanan WNI, alhamdulillah sudah 20.000 tambahan kuota haji. Kami akan berusaha setiap saat melakukan komunikasi-komunikasi dengan Menteri Negara Urusan Luar Negeri, lalu Kementerian Haji dan Umrah. Komunikasi model Nusantara ini yang sedang kami bangun di Saudi untuk diplomasi haji,” kata Agus Maftuh usai menyambut kedatangan perdana jamaah haji Indonesia asal Embarkasi Surabaya (SUB) 1 di Bandara Prince Mohammed Bin Abdulaziz, Madinah, Sabtu (6/7/2019).

Menurutnya, saat ini jumlah jamaah haji Indonesia merupakan yang terbesar di dunia, yakni sebesar 231.000 orang. Sebelumnya, kata Dubes, pihaknya mengajukan tambahan 29.000 jamaah haji agar total kuota haji Indonesia mencapai 250.000 orang. Namun kemudian yang disetujui hanya 10.000.

“Alhamdulillah kerajaan memberikan sebanyak 10.000 kuota tambahan. Dalam suratnya, raja meminta kuota ini untuk para usia lanjut,” kata Dubes.

Agus Maftuh menjelaskan, diplomasi haji Indonesia dengan Arab Saudi telah mencapai puncaknya. Sebab, pihaknya telah berkomunikasi dengan seluruh pihak yang terkait haji di Tanah Suci. Tak kurang dari 14 lembaga yang terlibat dalam urusan haji di Arab Saudi.

“Kami tak lupa memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada sohibul bait, raja dan putra mahkota (Kerajaan Arab Saudi) atas pemberian tambahan 10.000 kuota haji dan juga fasilitas lain kepada Indonesia di Madinah, Mekkah, Arafah, Muzdalifah dan Mina,” katanya.


Artikel Asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *