Sebelum Coba MRT, Ahok Bicara Kesuksesan dan Realita Hidup

Foto Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok BTP dan Puput Nastiti Devi dengan latar belakang bunga berbentuk hati beredar di media sosial. Belum diketahui lokasi foto dan asal muasal foto ini. Instagram/@Veronica_tan_fc Ahok bilang seseorang tak boleh diam setelah sukses, tapi harus dibagikan kepada orang lain.

TEMPO.CO, Jakarta – Sehari sebelum muncul di depan publik di Stasiun MRT Jakarta, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengunggah video di akun YouTube Panggil Saya BTP. Isinya, cerita kunjungannya ke Korea Selatan dan filosofi tentang kesuksesan.

“Memang untuk mencapai sukses, mau lihat tempat yang baik, kadang butuh waktu, butuh perjuangan, langkah demi langkah,” ujar Ahok dalam video yang diunggahnya Kamis 4 Juli 2019.

Dia bercerita tentang air terjun di Korea yang membuatnya terkesima karena dinilainya amat indah. Dia mengatakan saat sudah mencapai air terjun atau kesuksesan, seseorang tak boleh hanya berdiam diri, tetapi harus membagikan pengalaman mendapatkan sukses itu ke orang lain. Sehingga, menurut Ahok, orang lain dapat ikut menikmati kesuksesan yang sama.

Massa yang tergabung dalam organisasi masyarakat Front Pembela Islam (FPI) dan presidium 212 saat melakukan demo terkait sidang peninjauan kembali (PK) Terpidana kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, 26 Februari 2018. TEMPO/Subekti.

Ahok menjelaskan jalan menuju air terjun atau kesuksesan memang tak mudah. Akan ada banyak kesulitan dan masalah yang menghadang, namun menurutnya hal itu lah yang membuat derajat seseorang menjadi lebih tinggi.

Saat sudah sampai di atas gunung dan menikmati air terjun atau kesuksesan, menurut Ahok seseorang tetap harus kembali turun untuk menghadapi kehidupan lainnya. “Jadi kalau sudah mencapai tempat terbaik pun, kita harus turun lagi untuk menerima realita hidup,” ujar Ahok.

Tak jelas alasan Ahok bercerita panjang lebar soal kesuksesan tersebut. Yang jelas, sehari sesudahnya, dia muncul di tengah publik di rangkaian kereta MRT Jakarta. Megaproyek ini digagas di era Gubernur Fauzi Bowo namun baru bisa digulirkan di masa Gubernur Jokowi yang kemudian dilanjutkan Ahok–Wagub Jakarta sebelum Jokowi menjadi Presiden RI.

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, bersalaman dengan warga saat mencoba MRT di Jakarta. Twitter/@@basuki_btp

Kehadiran Ahok dielukan sebagian sesama pengguna MRT dan menciptakan kehebohan di media sosial. Ucapan selamat datang menghujaninya setelah dia melancong ke beberapa negara usai bebas murni dari pidana penistaan agama 24 Januari 2019.

Kepada Tempo, Ahok yang kini ingin disapa BTP itu mengungkap kesannya terhadap MRT Jakarta. “Bagus dan bersih banget,” ujarnya sambil menambahkan, “Karena (MRT Jakarta) dibangun terakhir, rasanya lebih bagusan (dibanding luar negeri).”


Artikel Asli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *